ngobrol imajiner

sampai detik ini, hubunganku dengan Tuhan baik-baik saja. Dia telah memberiku kelapangan untuk membuat postingan, chatting dan merasakan nyamannya mengantuk. aku lupa, bukankah Dia akan tetap baik meski aku amoral?

pagi tadi, aku sempat berbincang denganNya di toilet. Dia tetap saja cool, tak pernah merasa direndahkan atau dihinakan. kepercayaan dirinya besar, ia tak terganggu kemahaannya dengan hal-hal remeh itu.

ketika ada sekelompok orang yang marah-marah karena grup lain dianggap menghinaNya, Tuhan hanya tertawa. terkikik tertahan.

di kesempatan itu aku bertanya tentang banyak hal. namun Dia menjawab satu pertanyaanku yang dia anggap terpenting. entah kriterianya bagaimana pemilihan penting dan tidak itu.

“masih banyak orang orang lapar, juga anak-anak sekolah tak sanggup bayar spp. pastinya mereka telah berharap dan berdoa. kenapa KAU tak menyelamatkannya?”

Dia menjawab pelan, “bukankah kau dulu telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain AKU? nah sekarang wujudkanlah kesaksianmu itu secara real. jangan hanya di bibir saja”.

begitulah manajerial Tuhan. mereka mengutus kita-kita untuk mewakilinya di planet ini. kita ditugaskan mewujudkan doa mereka. sehingga mereka tak berprasangka, Tuhan itu tidak ada. karena mereka telah menyaksikan lewat tangan-tangan kita.

DIA menambahkan, “tak perlulah kau berharap memperoleh pahala. AKU sudah berikan lebih dari yang kau kira. pamrih adalah level terendah dalam pencapaian keimanan seseorang”.

pukul 08:00 aku harus mandi dan bergegas kerja. kupersilakan Dia pergi.

(*inspirasinya dari kang dedi dan ndorokakung. terimakasih

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*