seberapa besar masalahmu?

beban1y1.jpg

dini hari, di sarinah thamrin bertiga kami ngobrol. sengaja memilih ruangan yang bisa menampung zen dan pito. karena mereka suka mempermainkan asap. di meja ujung, kami mojok.

mula-mula tak jelas kemana arah dan topik perbincangan. seperti yang lalu, kami lebih suka menceritakan diri sendiri. tentang masa lalu, keseharian dan rencana-rencana.

sampai zen melempar pertanyaan, kapan terakhir aku punya masalah besar. aku jawab, mungkin sepuluh tahun lalu. mendengar jawabanku mereka berdua saling pandang, beberapa detik. mereka cukup shock. jawaban biasaku itu diluar perkiraan mereka.

menurut pito, hidupku nyaman sekali. oh ya?

sebenarnya sangat biasa, seperti yang lain. nothing special. bahkan lebih buruk daripada dua temanku itu. bedanya mungkin aku menghadapinya semuanya dengan wajar. cenderung cuek.

hidup ini terlalu rumit, kompleks dan sangat tak jelas. aku berusaha menyederhanakan semampuku. sangat tidak mudah memang. namun aku yakin, dengan latihan lama-lama akan terbiasa.

misalnya akhir bulan gajian, sekali-sekali makan malam di tempat terunik yang bisa terjangkau. saat tak cukup uang untuk makan di warung padang, di warteg pun ok. uang tinggal seribu, masih bisa makan mie instan. tak punya uang sama sekali, bisa berpuasa.

intinya, aku hanya ingin memaksimalkan apa yang ada untuk tak merasa punya masalah besar. aku pikir, masalah-masalahku selama ini tak real. masih banyak orang lain yang bermasalah lebih dahsyat, menyangkut hidup dan mati.

kuncinya, aku tak mengikuti standar kebahagiaan yang dipakai orang kebanyakan. berumah mungil, beristeri cantik dengan dua anak laki-laki perempuan dan ada anjing pudel diantara mereka. tipe kebahagiaan versi iklan, klise.

konon kebahagiaan tidak datang dari benda-benda di luar diri. kebahagiaan ada dalam proses, bukan tempat tujuan. seperti malam itu, merasakan kehangatan perbincangan ditemani kentang goreng yang mulai dingin. meski sebentar lagi, kami harus bergegas cepat ke tempat kerja.

namun apapun keadaan kita sekarang ini, itu sudah lebih dari cukup!

(*foto diambil dari milis, entah milis apa lupa

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*