legenda pribadi

reuni1.jpg

hidup sebenarnya hanyalah rangkaian pertemuan(yang kadang membosankan). berangkat kerja bertemu tikus got lumat tergilas mobil, di dalam angkot bertemu dengan yang itu itu saja, wajah-wajah yang memendam keengganan.

enggan duduk berdesakan, enggan berpanas-panas dalam kemacetan, enggan mendengarkan penumpang sebelah yang menggosipkan pacar baru temannya, enggan menghidu udara yang sudah bercampur asap. aku duga mereka lebih menginginkan berhanda-handai dengan bayinya.

namun mana bisa? hidup menjadi seperti kutukan. di satu sisi kita ingin melakukan apa yang sesuai dengan minat (passion) yang kita punya. di sisi lain kita juga harus membayari biaya keseharian: uang sampah, keamanan dan ongkos pulsa yang kadang hilang sinyalnya. sehingga dengan agak terpaksa kita bekerja, sekedar untuk survive saja.

kamis, aku bertemu dengana teman-teman mantan se-tim. berdelapan, ngariung membincangkan keberadaan dirinya sekarang. mereka hebat, sukses dan menikmati apa yang dilakukannya. mereka telah menemukan legenda pribadinya.

(legenda pribadi adalah apa yang selalu ingin kita tunaikan. setiap orang, saat mereka belia, tahu apa legenda Pribadi mereka. *paulo coelho, sang alkemis)

mereka menyiapkan dan menangkap momen-momen bagus yang melingkunginya. “momen itu bukan di tunggu, tapi kita kejar”, kata salah satu dari mereka. bagaimana caranya untuk tahu momen yang pas itu? yang jelas bukan dengan cara ketik reg spasi primbon kirim ke 7070.

untuk memahami lentera jiwa istilah nugie, keinginan terdalam itu bukan dipikirkan tapi dengan dirasakan. ketika kau melakukan sesuatu dengan senang meski tanpa bayaran, itulah legenda pribadimu.

“bisa jadi kamu sekarang nothing, di tempat lain kau akan menjadi bintang”, tambahnya. dan benar adanya, mereka sekarang telah berada pada fase yang seharusnya. mereka ceria membagi kesuksesannya. kami bersulang.

temaram lampu ruangan la tapas di fx menyaksikan keeratan persahabatan kami. dan pertemuan itu berakhir tepat tengah malam. berikutnya kami rencanakan ketemu di angkringan. pertemuan kali ini tak membosankan lagi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*