eksperimen moral (2)

koko.jpg

aku suka melakukan eksperimen moral. tapi baru sampai pada tahap penampilan luar. seperti bulan puasa tahun lalu, sengaja aku memakai celana sobek-sobek kumal diantara para muslimin yang sopan.

reaksi mereka, seperti yang aku duga. mereka menatap “beda”. mungkin mereka menganggapku tak sopan, berandalan dan persepsi negatif lain. dengan penuh kesadaran aku berusaha memahami reaksi mereka. dan aku memakluminya.

pagi ini aku melakukan hal yang sebaliknya. sengaja hari kamis ini, aku memakai kemeja muslim ( baju koko) warna putih. bersih banget karena ini pertama kalinya aku pakai.

reaksi orang-orang? duh aku dianggap amnesia tingkat awal. mereka mengira, baju koko hanya lazim dipakai pada hari jumat. sehingga penampilanku hari ini terasa aneh. juga ketika memakai kemeja batik, aku dianggap sebagai pak carik yang bertugas di kelurahan.

sebegitu mudahnya orang-orang mempersepsikan seseorang. saat pertama kali melihat penampilan luar, umur, jenis kelamin pikiran mereka langsung mengkategorikan dimana “posisi” seseorang yang dilihatnya.

dan aku sedang mengacak-acak mindset seperti itu. ketika aku memakai baju koko, aku tak ingin tampak terlihat sholeh dan lebih beriman dibanding mereka yang suka baju vintage.

aku hanya ingin memperlalukan baju sebagai baju, pelindung tubuh dari cuaca, selain agar tampak “gue banget”. tanpa terbebani oleh label dan stempel tertentu. aku ingin mengecoh, menipu orang-orang yang suka “menjudge” seseorang berbasis penampakan luar.

andai ada yang mempersepsikan buruk banget tentangku, silakan saja. toh aku tak bisa membatasi persepsi mereka kan?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*