5 pahlawan dalam hidupku

bagi orang seusiaku hari-hari terasa begitu panjang, namun tahun cepat berganti. ini berbeda dengan para abege yang merasa harinya cepat berlalu.

selama usiaku itu pula, telah banyak peristiwa menghampiriku. ada yang menyenangkan, ada yang mendamaikan dan ada yang membahagiakan. namun tak ada yang biasa-biasa saja. semua istimewa.

berbagai sosok, wujud dan bentuk-bentuk telah aku temui. mereka semua secara langsung dan tidak langsung telah turut berperan menjadikanku seperti sekarang ini. seberapa pun andil mereka.

aku akan menyebut lima saja orang, sosok, wujud dan benda yang aku pikir tak salah jika di sebut pahlawan. aku tak akan menyebut orang tuaku sebagai pahlawan. karena mereka tentu saja lebih dari itu.

kelima itu adalah
1. cimong. kucingku yang berwarna hitam bertotol-totol putih. setiap pulang sekolah ketika makan siang, dia selalu mengeong, mengendus-endus kaki tuannya untuk minta makan. dari dia aku belajar untuk tidak serakah. dia hanya makan sekuat daya tampung perutnya. dia yakin besok pasti akan mendapatkan jatahnya.

2. tempat tidur kayu. tempat tidurku yang sangat kokoh dari kayu jati itu, pernah membolongi jidatku. seingatku aku belum sekolah. kami berlima bercanda keterlaluan hingga aku terlempar membentur tepat di salah satu sudut tempat tidur yang lancip. peristiwa itu memberitahuku untuk tidak over ketika sedang senang

3. amrozy dkk. semua orang yang mencintai kehidupan mengutuknya. aku juga, apapun alasannya. namun dia mengajariku kematian bisa datang kapan saja. sudah ditentukan jam, menit dan detiknya. hanya kita tak mengetahuinya. karena itu hidup ini sangat berharga. jangankan sesama manusia, kecoak, semut, pohon pun berhak hidup. mereka bisa jadi setiap hari berdoa agar dipanjangkan umurnya.

4. blog. ya sejak adanya blog, hidupku makin bermakna, meski baru sebatas bagi diri sendiri. dengan blog aku bisa menumpahkan semua ide yang melintas-lintas di kepala. dengan blog ternyata ada begitu banyak teman di luar sana. blog telah mengantarkanku melewati kesendirian dengan fun.

5. balsem caplang. andai tak ada barang yang identik dengan nenek-nenek ini, sekarang aku sudah berada di surga. pagi itu aku bersiap ke sekolah. namun tiba-tiba aku merasa kedinginan. dingin banget. dan mata terasa ngantuk berat. aku tak kuat lagi berdiri. dan di lantai itu pun aku rebah.

aku belum pernah merasakan kenyamanan yang seperti itu. damai sekali. sampai aku mencium bau balsem di sekujur tubuhku. rupanya aku pingsan dan dikerik dengan balsem oleh orang-orang yang merubungku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*