the truth about rain in jakarta

macet.jpg

seberapa baik kita mengenali kota metropolitan jakarta? sampai pagi ini rasanya aku merasa cukup agak paham seperti apa kota yang konon menjadi tujuan para pemberani itu?

salah satunya hujan sore yang terjadi pada dua hari ini. tidak lama, kira-kira hanya sepuluh menit saja. namun itu sudah cukup memberantakkan semua rencana yang aku rancang seharian.

aku berjanji bertemu dengan teman di warung angkringan terpaksa mundur 3 jam. itu karena kemacetan. entah alasan apa setiap hujan, seolah para pekerja sepakat menunda kepulangannya sampai hujan menghilang.

akibat tak muatnya jalan, kesimpangsiuran merajala lela. pada kesempatan seperti itu aturan tak berlaku. jalur khusus yang diperuntukkan busway dipakai semua pengendara mobil, motor dan bajaj.

polisi, seperti di film india, tak ada ketika saat diperlukan tiba. dan celaka, ada pohon tumbang melintang jalan. dan kita tahu semua berurusan dengan dengan departemen lebih berliku dan lama. asyik kali ya kalau ada swastanisasi pemerintahan.

waktu seperti ini, tak ada cara lain untuk sampai tujuan lebih cepat selain menyewa helicopter. ceruk bisnis ini dimanfaatkan susi air dengan baik. sayang masih sedikit gedung-gedung di jakarta yang beratap helipad.

menumpang busway lebih sengsara, karena memuat penumpang lebih banyak. satu busway maksimal diisi 85 orang itu menjadi dua kali lipat. ac yang freonnya tak pernah diisi, suara pekak para penelepon yang membatalkan janji sampai ke pengumuman para suami kepada isterinya yang berada di rumah.

hujan sore di jakarta lebih mengerikan daripada perselingkuhan. utamanya bagi mereka sejoli yang baru saja bergelimang cinta. kencan tak tepat waktu dengan alasan hujan tentu tak segentle alasan lain, meski sebenarnya mengantar selingkuhan.

untuk para buruh pabrik, bersiaplah untuk tak segera memperoleh kenaikan tunjangan. karena hujan, pabrik harus membayar listrik, bandwith lebih banyak dan menyediakan lebih cepat anggaran pembelian karena tingkat penyusutan peralatan kantor yang menajam.

sementara para pekerjanya sibuk chit chat ria, tak menghasilkan apa-apa.

(* foto: suasana jl arung buncit, senin 27 okt 2008 pk 18:30)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*