kembali ke kota impian

bunga.jpg

“selamat datang (lagi) di kota impian” begitu sms yang kubaca pagi itu saat memijakkan kaki di ibu kota setelah libur lebaran. dan saat itu juga tersadar akan keseharian yang macet, tagihan, tenggat waktu dan rencana-rencana.

ini berkebalikan dengan apa yang telah aku lakukan selama sepuluh hari terakhir. di rumah (kampung) dari pagi sampai malam, aktivitas utaamanya adalah ngobrol, berbincang, curhat dan bercengkerama. dengan teman masa bocah, para kerabat tua yang sudah renta, para ipar dan juga keponakan baru yang bermunculan.

wow… betapa waktu berjalan begitu cepat? sehingga perbendaharaan kata panggilan yang aku terima makin bertambah saja. sebelumnya makasimal aku dipanggil om. namun sekarang panggilan itu bertambah: pak dhe. dan karena bapakku sudah bercicit, maka aku dipanggil “mbah”.

aktivitas selebihnya adalah makan. makan besar maupun ngemil. ritme makan yang tiga kali sehari berubah total. bapak sebagai orang tertua di keluarga, banyak anak, menantu dan kerabat lain yang berkunjung membawa makanan.

belum lagi jajanan “ndeso” untuk sekedar mengenang romantisme masa dulu. di pasar, pantai dan napak tilas tempat-tempat yang dulu pernah menjadi tempat singgah: es rujak, es asem dan lainnya. dan hasil dari semua itu, berat badan naik 4 kg.

sayang keceriaan itu agak terganggu dengan kematian dua tetanggaku. yang satu meninggal karena sakit dan memang sudah tua. yang kedua, sakit mendadak dan agak telat membawanya ke rumah sakit. dia meninggal setelah sehari sebelumnya aku menjabat tangannya.

betapa suasana sangat cepat berubah? dia yang baru saja bercerita cerita lalu tiba-tiba meninggalkan isteri, anak kerabat, ayam-ayamnya, baju barunya, rencananya pergi ke pantai nampu, hadir di reuni smp, dan semuanya……

dan apa yang aku lakukan pun mirip, datang lagi ke ibu kota. meninggalkan orang tua, kearaban kerabat, embun di ujung daun, bau tanah basah yang baru saja disiram hujan. bunga-bunga liar warna putih yang pangkalnya berwarna keunguan.

bedanya, mungkin aku masih bisa mengulang semua itu….

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*