puasa sebentar lagi

puasa masih 10 hari lagi. namun aku sudah memulainya hari ini. bukan karena banyaknya bolong-bolong tahun kemarin lalu aku bermaksud membayarnya. aku merasa tak berhutang. lagian tak pernah sekalipun datang kiriman tagihan bukan?.

setiap tahun, berjuta umat melakukan ritual sakral itu. bahkan puasa tidak hanya ada dalam islam. semua agama langit mengenalnya. yahudi, nasrani, kejawen dan lainnya.

untuk apa mereka berlapar-lapar?

menurut muhammad zuhri, dalam “nama Tuhan yang keseratus” puasa adalah sebuah cara untuk “mengenal diri” sekaligus medan operasionalnya yang berupa alam. selama ini kita merasa selalu paling tinggi di alam raya. ternyata kita sangat lemah, sangat tergantung kepada alam.

untuk mencapai nilai-nilai itu kita harus bersedia mengambil jarak. yakni berhenti melayani tuntutan jiwa dan raga dalam waktu tertentu.

sehingga kita bisa melatih ketahanan diri dan mampu memungut fasilitas alam seminimal mungkin untuk kebutuhan hidupnya. karena terbatasnya fasilitas alam tak seharusnya diperebutkan dengan mengorbankan pihak lain. atau dihamburkan untuk memanjakan nafsu. melainkan memanfaatkan seefisien mungkin untuk kelestarian hidup bersama.

tak semua bisa sampai pada pemahaman yang seperti itu. aku misalnya. cuti selama seminggu mengharuskanku mencobai semua makanan belum pernah aku cicipi. rujak es krim, rujak es, angkringan likman yang melegenda, gudeg wijilan. dan tentu saja sate dan baso kampung halaman yang tak ada duanya.

di tambah, di rumah (orang tua) yang nyaris tak ada kegiatan, waktu menguyah praktis lebih banyak. jadilah selama 8 hari itu berat badan naik. perut membuncit dan rasanya lebih berat. dan tentu saja kulit menghitam.

apalagi rutinitas keliling lapangan tiga kali seminggu @ sepuluh putaran terhentikan. berat rasanya membawa tubuh yang kegedean. meskiini hanya perasaan saja. kali ini aku beguru kepada ular sanca, dua bulan tak makan setelah menelan seekor anak menjangan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*