the frozen lily

sebuah perkawinan bukanlah sebuah keputusan yang main-main. memutuskan menikah berarti siap dengan suatu keadaan yang rumit. juga pengorbanan yang besar. namun ketika seorang perempuan menekuni karir, haruskah ia tidak menikah?

pertanyaan itu terjaaa terhampar dalam sepanjang halaman awal sampai akhir novel yang berjudul the frozen lily. sejak mahasiswa suad telah berambisi meniti karir sebagai politikus. ia bergabung dalam banyak organisasi dan selalu aktif dalam kegiataanya.

selesai kuliah, ia menikah. sebenarnya tak penting benar ia menikah atau tidak. baginya pernikahan hanyalah suatu keadaan yang tidak begitu ia inginkan. suad berbuat sesuatu dengan rasio. ia menikah hanya ingin tak mendapat sebutan perawan tua.

suaminya., abdul hamid, ternyata begitu mempunyai perbedaan yang sangat. ia tidak ambisius, santai dengan keadaan dan cukup pemalas tapi ia tenang. ia tak menyukai kegiatan suad dalam organisasi yang selalu pulang telat.

cinta mereka nyaris memudar. saat itulah suad akan mengikatnya dengan mempunyai anak. lahirlah faizah. kedatangan faizah ternyata lebih merepotkan suad. ia harus bolak-balik pulang untuk menyusui dan ngasih makan bayinya. kecapekan lalu ia menitipkan faizah ke ibunya. ia semakin aktif tak hanya di organisasi tapi ikut dalam pertemuan-pertemuan penting dengan tokoh-tokoh politikus. suad makin populer.

pertemuan dengan suaminya makin jarang. keduanya lalu bercerai. suad kembali ke rumah ibunya. faizah memanggill suad dengan namanya saja, tak pernah memanggilnya ibu. dan suad pun senang karena ia merasa tetap muda.

suatu waktu dalam seminar ia bertemu dengan adil. keduanya ajtuh cinta, tapi tak sampai menikah. suad lebih memilih laki-laki dokter keluarganya.

karir suad makin terang, sekarang ia menjadi anggota parlemen. perbedaan pendapat dengan suaminya, kamal dimulai ketika kamal menolak mengobati seseorang kontestannya. kamal tidak mau urusan keluarga dicampur adukkan dengan urusan kerja.

perbedaan keduanya makin lebar. bercerai adalah keputusan kamal.

ketika suad sedang seminar, ibunya menelpon untuk datang saat itu juga. ada kabar baik. faizah yang belum lulus smu akan menikah. suad shock dan marah. tapi ia tak bisa mengubahkeputusan itu. keputusan itu telah disetujui oleh ayah dan ibu tirinya.

pernikahan meriah dengan dibiayai suad. ia ingin membuktikan setelah merasa kehilangan suaminya ia ingin membuktikan kepada public, ia masih mempunyai keluarga. dan ia mengundang semua kolega pejabat dan tokoh-tokoh politik. semuaitu dilakukan agar ia makin terang karirnya.

suad kesepian, ia hanya ditemani rifat, seorang yang pernah ikut kamal. dalam usianya yang sekarang 55 tahun ia akan mencalonkan diri lagidalam pemilihan mendatang.

novel mesir ini ditulis oleh ihsan abdel quddous, seangkatan naguib mahfouz.

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*