minggatnya cebolang

bagian fragmen karya besar centhini ini berkisah mengenai petualangan seks liar yang dahsyat. bukan saja hubungan seks biasa antara laki-laki dan perempuan. namun juga hubungan seks sesama jenis kelamin dan orgi. dikisahkan dengan detail, rinci dan lugas.

buku ini tak bermaksud berporno. konteks ceritanya proses pencarian tuhan. hm sinopsisnya seperti ini:

di malam takbiran itu, cebolang minggat meninggalkan orang tuanya. ia putus asa setelah melakukan tindakan yang memalukan (?).

menyusuri sungai serayu ia sampai di wilayah mataram. keramahan dan kepintaran cebolang bergaul mempercepat masyarakat akrab. pesonanya menyebar. atikah, perempuan ulama begitu sangat tertarik.

agar tetap bisa melihat keelokan cebolang ia bercerita. kisah dari tanah arab tentang kesetiaan, kejujuran dan kesabaran. mengenai budaya jawa dan kejawen dikisahkan dengan persitiwa wayangan dengan dalang ki pajang mas.

lalu cebolang bertemu ki dikara. darinya ia mendapatkan dua rebana. pangeran tembayat minta menghibur pas acara ulang tahunnya.

saat cebolang memasuki kamarnya, perempuan-perempuan berbaring telentang di ranjang. semalam mereka bercinta dengan bertukar pasangan dan tempat.

saat ini pengembaraannya sampai ke kadipaten ngawi. rumah termegah di pinggir sungai itu milik nyai demang janda ayu yang ditinggalkan suaminya pergi ke ponorogo. tempat hubungan seksual sejenis “dilegalkan”.

sejak itu nyai demang tak menikah, ia lebih memilih mencintai perempuan. sampai malam itu cebolang yang mampu memberi “dunia lain” membuat nyai demang jatuh cinta.

ia selalu menahan kepergian cebolang dengan menceritakan sebuah kisah: tentang reog ponorogo. kisah selesai, ia menceritakan kisah yang lain. siang malam bercerita sampai semakin ngawur.

di ponorogo, setiap hari tari reog merekrut anggota baru. cebolang yang tampan langsung diterima oleh salah satu pemimpin. mulai malam itu petualangan seksnya dengan sesama laki-laki menggelora. dalam buku ini diceritakan dengan detail dan vulgar. oral seks, anal seks, felatio, komplit deh.

“wisata seks” itu dilanjutkan sampai di tepi bengawan solo. di sebuah kedai candu cebolang bertemu dengan para kiai berjubah putih yang berdebat tentang agama islam vs tri rasa ( kejawen kali ya) siapa yang kalah akan mengikuti agama yang menang.

adipati wirosobo kini yang menjadi sasaran. lalu permaisuri, selir-selir dan semua pelayannya diembat juga. adipati murka. cebolang tahu rencana jahat adipati. ia menyelinap ke hutan menuju puncak meru. di situ ada pertapa yang telah moksa, el khidir. ia mendapatkan cerita tentang dewa ruci.

sampai disini petualangan itu berhenti. di buku ketiganya “ia yang memikul raganya” petulangan itu berlanjut?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*