Iblis menggugat Tuhan

Tuhan itu baik? Kalau ya kenapa ada kejahatan? Dari kekuatan mana kejahatan berasal? Dari kekuatan lain selain Tuhan? Setankah? Berarti setan punya kekuatan yang setara dengan Tuhan? Bukankah iblis juga salah satu bentuk ciptaanya?

Tuhan memang segalanya termasuk membuat skenario cerita yang dahsyat. DIA memakai teknik bercerita yang kelak aku akan menirunya ketika aku membuat cerita. hua hua hua

Ketika Tuhan menciptakan maanusia, Dia memerintahkan semua makhluk untuk bersujud ke ciptaan baruNYA. Namun secara diam-diam Tuhan membisikkan kata-kata lirih ke kuping iblis. “Mari kita berpura-pura bertengkar agar mereka yang membenciKU menampakkan dirinya melalui kau.”.

Di hadapan malaikat DIA berkata, “Iblis telah Kukutuk”. Malaikat-malaikat menggeleng dan menangis, seraya berkata, “Jika DIA sampai tega mengutuk iblis, malaikat terbaik diantara mereka, siapa lagi yang bisa aman dari kutukannya?”

Dan Tuhan mengumumkan pembangkangan Iblis kepada semua makhluknya. Kenapa Tuhan membuat skenario seperti itu? Karena DIA ingin benar-benar mencari kekasih-kekasihnya.

Konon Raja mahmud selama memerintah selalu dikelilingi para penjilat dan penghasut. Ia hanya percaya kepada putera satu-satunya.

Untuk mengetahui siapa yang memberontak dan mana orang yang benar-benar mencintainya, ayah dan anak tersebut pura-pura mengobarkan peperangan.

“Sekali lagi sang Ayah harus terpaksa menuruti kemauan anaknya untuk menjatuhkan hukuman kepada anaknya. Para pembenci sang raja bergabung membela puteranya. Setelah bebas, sang putera mengumumkan pemberontakan secara terbuka dan berjanji untuk menggantikan Ayahnya.

Rakyat tentu saja mengutuk habis-habisan, tapi seluruh musuh sang raja dengan bersemangat menjilat sang anak.

Rakyat yang mencintai raja Mahmud dengan segera membenci puteranya tanpa sama sekali mengetahui masalah yang sebenarnya. ketahuanlah mana yang setia sama raja.

Iblis mengaku sebenarnya dia hanya melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan hanya patuh kepada perintah Tuhan.

Novel ini cukup tipis, 168 halaman dengan dimensi 11,517 diterbitkanoleh Dastan Book. Namun saya membacanya begitu pelan-pelan. Kadang-kadang malah harus mengulang, takut salah memperpsepsikan artinya. Judul Aslinya The Maddness of God tulisan Shawni.

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*